Untuk menghindari kerumunan saat wisuda, pihaknya hanya membolehkan Mahasiswa yang masuk ke ruang wisuda, orang tua dilarang hadir dan pemindahan tali toga pun serta penyerahan ijazah dilaksanakan secara bertahap hingga 4 tahapan. “Pastinya juga ada kewajiban menggunakan pelindung diri, seperti masker dan sebelum masuk ruangan wisuda diharuskan cuci tangan pakai sabun yang telah disediakan oleh panitia dan pihak hotel serta penyemprotan disinfektan dengan menyediakan 1 unit bilik disinfektan di pintu masuk,” jelas Raden.
Masih sambung Direktur Politeknik Raflesia, adapun tahapan yang dilaksanakan pihaknya untuk menghindari kerumunan massa adalah dengan membagi Tahapan per Program Studi (Prodi). Pertama, 37 wisudawan dari Prodi Teknik mesin, kemudian 44 wisudawan dari Prodi Teknik Sipil, lalu dilanjutkan 35 wisudawan dari Prodi Teknik Elektro, terakhir sebanyak 96 wisudawan dari Prodi Akutansi.
Sementara, dari 212 mahasiswa yang diwisudakan tersebut, terdapat 4 wisudawan terbaik yang diberikan reward oleh pihak Politeknik Raflesia, karena mencapai IPK tertinggi di setiap Prodi masing-masing. Mereka adalah pertama Aditia Warmawansyah, A.Md dari Prodi Teknik Mesin dengan IPK 3,86, kemudian Agung Prasetio, A.Md dengan IPK 3,67 dari Prodi Tekni Sipil, lalu dari Prodi Teknik Elektro diraih oleh Tendra Putra Utama, A.Md dengan IPK 3,67 dan Prodi Akutansi diraih oleh Yuli Apri Yani, A.Md dengan IPK 3,76.









