Desa Ini, Sulap Embung Jadi Danau Indah

Rejangnews.com || Rejang Lebong – Embung di desa Purwodadi, kecamatan Bermani Ulu, kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu disulap menjadi danau yang indah dan tempat wisata dengan sebutan Danau Suro Manggi.

Diceritakan Kepala Desa Purwodadi, Riyadi pada Rejangnews.com, Selasa (09/02/2021) siang. Ide awal untuk menjadikan embung atau tempat cadangan air saat kemarau ini sebagai Danau serta tempat wisata berdasarkan keinginan dan kesepakatan warga Desa setempat sejak tahun 2016 lalu. Sehingga, impian tersebut tercapai meskipun memakan waktu cukup lama untuk mewujudkannya.

“Di tahun 2018, mereka sepakat membukanya sebagai tempat wisata. Untuk mengenalkan wisata ini kepada masyarakat luas, mulanya kita mengadakan event motor trail gasstrack beberapa kali di sekeliling danau ini. Alhamdulillah wisata danau ini sudah menghasilkan uang mencapai puluhan juta rupiah,” ungkap Riyadi.

Riyadi, Kades Purwodadi, Kecamatan Bermani Ulu, Rejang Lebong, Bengkulu.

Ia menjelaskan, luas lahan danau Suro Manggi ini kurang lebih dua hektar, yang merupakan lahan milik pribadi warga setempat. Jadi, antara pemilik lahan dan pemerintah desa memiliki kesepakatan MoU diatas Notaris terkait kontrak penggunaan lahan ini sebagai tempat wisata. Keuntungan dari wisata ini, 30 persen untuk pemilik lahan, 30 persen untuk khas desa dan 40 persen untuk pengelola dengan jangka waktu 15 tahun.

Menariknya, setelah berakhir kontrak ini akan berlaku kontrak lainnya, yaitu Pemilik lahan tidak boleh mengalihkan fungsikan wisata ini dan desa akan mendapatkan 20 persen keuntungan dari Wisata ini sebagai PAD selamanya atau seumur hidup setiap tahun.

“Warga setempat sangat bersyukur dengan adanya wisata danau Suro Manggi ini, karena untuk pengelola wisata ini sendiri kita memperdayakan Karang Taruna, sehingga sekarang para anggota karang taruna sudah mendapat penghasilan tambahan. Alhamdulillah 6 bulan terakhir ini, pihaknya sudah mengantongi 8 juta rupiah, itupun keuntungan dari 30 persen sesuai nilai kontrak yang disepakati,” jelas Riyadi.

Terakhir Kades menyampaikan, untuk Harga Tiket Masuk (HTM) ke wisata ini, per orang dewasa senilai Rp 5.000, untuk anak-anak tidak dihitung alias gratis, itupun diluar retribusi parkir, karena parkir sebesar Rp 5.000 per motor dan 10.000 per mobil, serta diluar penggunaan fasilitas yang disediakan pihak pengelola lainnya. Seperti menggunakan perahu, per orang Rp 5.000 dan untuk bebek-bebek Rp 20.000 per 3 putaran. (Ade)

Tinggalkan Balasan