Kisah Pilu Pasien Covid-19 di Rejang Lebong, Tak Segan Bagikan Ceritanya di Facebook
Page 4

Kisah Pilu Pasien Covid-19 di Rejang Lebong, Tak Segan Bagikan Ceritanya di Facebook

Tgl 15 September, aku putuskan utk tidak msk kantor krn kondisi badan memang makin tak bersahabat.. terutama pada lambung, perih dan mual tp tak sampai muntah, nafaskupun mulai terasa sesak dan pendek, tp aku tetap mengisi perutku dengan bubur walau dg terpaksa krn mulutku sbnrnya menolak utk diisi makanan.

Mengapa tak ke dokter? Aku takut ke dokter dg situasi skrg (takut disuruh rapidtest atau swab). 😅😅😅.

Tp krn kondisi badan tak jg membaik, nafas agak sesak, ibuku marah, dan memaksaku agar berobat ke dokter, maka pd tgl 16 berangkat jg aku berobat ke salah satu klinik.
Berdasarkan pemeriksaan, menurut dokter semua keluhanku berawal dari mslh di lambung..

Tgl 17 September, karena merasa blm sanggup bekerja, aku mengirimkan pesan WA kepada Bapak Kepala Dinas bhw aku blm bs masuk kerja seperti biasanya dan tak lama berselang, pak Kadis membalas WAku : “Iyo Ta, tapi saran aku kau di swab ajo krn pak Y*** (nama atasanku) positif covid”. Tentu saja balasan beliau ini membuat jantungku serasa berhenti berdetak, kepala tiba2 terasa panas dan tanganku gemetar..
Ya Allaah bagaimana ini?
Kemudian bbrp kawan kantor menelponku, menyampaikan berita yg mengejutkan ini, mrk bertangisan, panik dan kebingungan, kemudian mrk jg melaporkan “ayuk, anak buah ayuk yg di umum tu demam galo”, aku betul2 panik tapi tak bisa berbuat apa-apa, sementara aku sendiri dalam kecemasan..

BACA JUGA:  Sembilan Eselon II dan 3 Camat serta 9 Lurah di Rejang Lebong Dimutasi, Berikut Daftar Lengkapnya!
Space Iklan
Bayar Disini Aja
Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top