Ia menambahkan, apalagi hari pangan sedunia kali ini bertepatan dengan masa pandemi Covid-19, yang menjadi tantangan bersama, tidak hanya para petani yang merasakan dampaknya, begitupun pemilik UMKM, bahkan semua rakyat merasakan dampak dari macetnya perputaran ekonomi ini.
Lanjutnya, untuk mensiasati hal tersebut, perlu adanya membangun kesadaran diri sendiri untuk bertahan di tengah ancaman Covid 19 ini. Salah satu contoh adalah bercocok tanam di halaman rumah, dengan menanam umbi-umbian, tanaman obat herbal, seperti kunyit, jahe dan lain sebagainya. “Dengan cara ini, pastinya memberikan nilai positif kepada diri kita dalam memperingati Hari Pangan Sedunia di tengah masa Pandemi Covid19,” demikian Putra Mas. (Ade)










