Polri juga menaruh perhatian terhadap stabilitas harga bahan pokok dan ketersediaan bahan bakar selama periode Lebaran.
Dalam amanat tersebut, aparat diminta mewaspadai sejumlah potensi gangguan keamanan, seperti kejahatan konvensional, aksi premanisme, balap liar, hingga konflik antar kelompok masyarakat. Patroli di titik rawan pun akan ditingkatkan selama operasi berlangsung.
Selain pengamanan di lapangan, strategi komunikasi publik juga menjadi perhatian. Masyarakat diharapkan memperoleh informasi terkait layanan kepolisian, pesan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta rekayasa lalu lintas selama masa mudik.
Polri juga mengoptimalkan layanan Call Center 110 sebagai sarana pengaduan dan permintaan bantuan masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat.(RnR)










