Khutbah Jumat: Silaturrahmi Untuk Menjaga Kerukunan di Tahun Politik
Page 5

Khutbah Jumat: Silaturrahmi Untuk Menjaga Kerukunan di Tahun Politik

Kita perhatikan firman Allah dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat ke143:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًاۗ

Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan, agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu,

Kaum muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah Karena di tahun politik yang sedang berlangsung ini, dimana aktivitas politik, pemilihan umum, dan kampanye mendominasi perhatian masyarakat. Bahkan debat politik pertama telah digelar, tentu ada nilai positifnya, yakni memberikan kesempatan kepada masyarakat pemilih untuk partisipasi aktif, meningkatkan kesadaran politik, dan membuka diskusi terbuka mengenai isu-isu penting.

Kampanye politik dapat mengedepankan visi dan pemilihan umum pun memberikan peluang terhadap perubahan positif. Namun, terdapat juga sisi negatifnya, dimana dengan tahun politik bisa membawa risiko seperti polarisasi, konflik, disinformasi, dan potensi kekerasan politik, bahkan ketegangan politik akan terjadi sehingga bisa memicu perpecahan dan menumbuhkan permusuhan dan kehilangan kedamaian.

Maka pada poin ketiga saya selaku khatib berpesan sebagaimana pesan Rasulullah Saw. dalam hadits Imam Tirmidzi:

أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حبشي, فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَي اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Aku berpesan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat (kepada penguasa) meskipun kalian diperintah oleh seorang budak Habasyi. Dan sesungguhnya siapa di antara kalian yang masih hidup sepeninggalku niscaya ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian, dan hati-hatilah kalian dari perkara yang diadaadakan, karena setiap bid’ah adalah sesat. (HR. Tirmidzi dan dia berkata bahwa hadits ini hasan shahih)

BACA JUGA:  HUT Kota Curup ke-145: Pemkab RL Gelar Tabligh Akbar Penuh Makna Bersama Ustaz Hilman Fauzi
Space Iklan
Bayar Disini Aja
Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top