Rejangnews.com || Rejang Lebong – Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga dalam kunjungannya ke Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Kamis, mengatakan Menteri Erick Thohir bangga atas peningkatan omzet penjualan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah itu hingga 100 persen.

Dijelaskan Arya Sinulingga saat mengunjungi Rumah BUMN Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong tersebut sejalan dengan tujuan besar Menteri BUMN, Erick Thohir untuk mengembangkan kualitas UMKM di Indonesia.

“Pak Erick punya kepedulian yang tinggi terhadap pengembangan UMKM. Pak Erick ingin produk UMKM tersebar lebih luas lagi ke seluruh Indonesia. Salah satunya melalui pameran produk-produk UMKM terbaik BUMN yang akan diadakan tanggal 17 Desember nanti di Jogja,” kata Arya.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga meninjau produk UMKM binaan Rumah BUMN di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Kamis, 9/12/2021. (Foto dok.Kementerian BUMN)

Arya juga menyatakan pengembangan kemampuan pelaku UMKM menjadi tanggung jawab dari Rumah BUMN.

“Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan untuk UMKM tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola Rumah BUMN. Telkom nantinya harus bisa memberikan latihan dan pendampingan digitalisasi untuk pelaku UMKM,” tambah Arya.

Sementara itu, Nanda salah satu pelaku UMKM asal Kecamatan Curup Timur yang berhasil meningkatkan omzet penjualan hingga 100 persen mengaku terbantu dengan program yang dilakukan di Rumah BUMN.

“Awalnya saya dibantu diberikan sistem kasir, sehingga saya tidak perlu lagi menyusun laporan penjualan secara manual. Selain itu juga Rumah BUMN bantu kami dalam promosi produk kami lewat media sosial,” ujar Nanda.

Nanda, adalah pemilik usaha Susu Kurma “Chana ku” ini berharap Rumah BUMN dapat terus menjadi pembina UMKM dan bisa memajukan UMKM.

“Saya inginnya tidak hanya saya yang dapat pendampingan dari rumah BUMN, karena masih banyak UMKM lain yang belum dapat pembinaan sebaik yang saya dapatkan disini,” terangnya.

Saat ini BUMN Rejang Lebong membina sebanyak 517 UMKM yang berasal dari wilayah Kabupaten Rejang Lebong, di mana 17 diantaranya sudah menjadi UMKM Go Online artinya UMKM tersebut sudah memasarkan produknya di Online Market Place. (Rilis)

Tinggalkan Balasan