Rejangnews.com || Kepahiang – Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong dua kabupaten di Provinsi Bengkulu yang tercatat telah menghasilkan puluhan ribu ton kopi kering siap edar setiap tahunnya.

Secara garis besar, Bengkulu memiliki kemampuan produksi 80 ribu ton kopi per tahun. Dengan jumlah tersebut, Bengkulu tercatat sebagai penyumbang 70 persen dari total produksi kopi Robusta di Indonesia.

Rumah BUMN Kepahiang berhasil membawa produk kopi asal Kepahiang milik Najamudin menembus pasar Jepang hingga Mesir.

Dalam kunjungannya ke Rumah BUMN Kepahiang yang dikelola oleh PLN, Jumat, Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN Arya Sinulingga menyampaikan apresiasi kepada UMKM yang bisa mengenalkan produknya hingga mancanegara.

“Pak Erick Thohir bangga kepada UMKM hebat yang sudah naik kelas dan berhasil memasarkan produknya hingga manca negara. Apalagi Kepahiang sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia” jelas Arya.

Ket. Foto. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat meninjau produk UMKM Kopi Kepahiang. (Dok.Kementerian BUMN)

Sementara itu, Najamudin pelaku UMKM kopi di Kepahiang menyatakan dirinya telah menjalani usaha “Kopi Kepahiang” mulai dari tahun 2018. Ia menggunakan bijih kopi asli wilayah Kepahiang dan menjaga aroma kopi yang khas.

“Saya mulainya memasarkan secara online sampai akhirnya ada pembeli dari Jepang dan Mesir membeli produk kami melalui website kami” jelas Najamudin.

Najamudin merasakan manfaat kehadiran Rumah BUMN untuk usahanya, mulai dari pelatihan pembuatan website yang bisa menarik pembeli hingga tempat produksi yang higienis dan memenuhi standar produk dengan kualitas baik.

Melalui Kopi Kepahiang, Najamudin juga menyisihkan 1.000 rupiah dari setiap bungkus penjualan kopinya untuk didonasikan kepada Panti Asuhan yang berlokasi di wilayah Kepahiang.(rel)

Tinggalkan Balasan