Rejangnews.com || Rejang Lebong – Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara di KPU Rejang Lebong (RL) beberapa waktu lalu, menyebutkan terdapat sebanyak 196.504 pemilih yang terdata, baik dari seluruh pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) maupun pemilih pindahan (DPPh) dan pemilih tambahan yang menggunakan KTP elektronik (DPTb).
Dari data tersebut, sebanyak 150.757 pemilih yang menggunakan hak suaranya, berarti tersisa 45.747 pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya atau yang lebih dikenal dengan sebutan Golongan Putih (Golput). Lalu, berdasarkan pleno tingkat kabupaten juga, adapun paslon yang memperoleh suara terbanyak adalah Syamsul – Hendra (SAHE) dengan total suara sebanyak 43.540 suara. Dalam artian suara Golput meungguli suara paslon yang mendapat suara terbanyak, dengan selisih suara 2.207 suara.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik Provinsi Bengkulu, Mirza Yasben, saat diwawancarai Rejangnews.com, pada Sabtu (19/12/2020). Menurutnya, suara Golput lebih unggul itu naif, memang selisih suara Golput dengan suara Paslon yang unggul tidak terlalu banyak, namun hal tersebut perlu menjadi kajian pihak pemerintah, khususnya Pemkab Rejang Lebong, karena tingkat partisipasi Golput di kabupaten RL, masih terbilang tinggi.









