Dijelaskan Mirza, ada beberapa faktor yang menurutnya partisipasi Golput tinggi di kabupaten ini, ada hambatan psikologi, ekonomi dan keyakinan terhadap figur paslon “Ada juga Golput yang apatis atau masa bodoh, misalnya dengan berucap siapapun Bupatinya kita masih model inilah,” jelasnya.
Lanjutnya, ada juga faktor jika figur paslon tidak memenuhi kriteria nya dan tidak memberi dampak positif serta beberapa faktor lainnya yang menjadikan masyarakat lebih memilih berpartisipasi dalam golput. (Ade)










