Selain itu, ada juga lukisan yang dipamerkan berkaitan dengan Covid-19, dengan judul ‘Lock Down’ ukuran 40 x 45 akrilik di atas kanvas, serta berbagai lukisan ataupun seni rupa lainnya, yang berkaitan dengan suasana negeri ini, baik karya tahun 2020 maupun karya – karya tahun sebelumnya.
“Seni Rupa dengan judul ‘Perempuan Pemetik Kopi’, filosofinya adalah pekerjaan ini bukanlah pekerjaan biasa, dari lukisan tersebut, tampak si perempuan sedang mengendong anaknya, sehingga dari hasil biji kopi yang dipetik itu, Ia bisa menyekolahkan anaknya, hingga menjadi, seorang Dokter, Jenderal, Profesor, Guru dan lain sebagainya, jadi berkebun kopi adalah sebuah pekerjaan yang luar biasa,” jelas pria alumni Universitas Indraprasta Jakarta ini singkat.
Menurutnya, dengan dilaksanakannya event ini, ia berharap para perupa lainnya, di Provinsi Bengkulu, terutama kabupaten Rejang Lebong, dapat muncul kembali dan bangkit serta terus aktif berkreatifitas untuk menyalurkan hobinya hingga dapat dikenal dengan baik.










