Pameran Bertajuk ‘Spirit Of Life’ di Rejang Lebong, Hadirkan Puluhan Karya Seni Rupa

Rejangnews.com || Rejang Lebong – Salah satu perupa di Kabupaten Rejang Lebong (RL) ini patut diapresiasi, ia adalah Omen sapaan akrab Rohman. Pasalnya, ia memberanikan diri mengadakan event Pameran perdana tunggal di kabupaten Rejang Lebong, meskipun di tengah masa Pandemi. Pameran berlangsung di Cafe Juna Coffee, kelurahan Batu Galing, kecamatan Curup Tengah, sejak 17 Oktober sampai 30 Oktober 2020.

Pantauan Rejangnews.com, Dalam pameran tersebut ia menghadirkan sekitar dua puluhan hasil karya 2 dimensi seni rupanya, baik yang berkaitan dengan suasana kehidupan masyarakat Rejang Lebong, dengan salah satu karyanya yang berjudul “Perempuan Pemetik Kopi” ukuran 100 x 135 cm, akrilik di atas kanvas, karya tahun 2020, bahkan lukisan ini menjadi seni rupa yang ditampilkan dalam pembukaan Pameran tersebut, yang diiringi dengan performa pantomim oleh Iman Kurniawan dan gitaris oleh Ferry sebagai pengiring musiknya. Sabtu (17/10/2020) malam.

Penampilan Pembukaan Pameran seni rupa bertajuk “Spirit Of Life” di Rejang Lebong.

Selain itu, ada juga lukisan yang dipamerkan berkaitan dengan Covid-19, dengan judul ‘Lock Down’ ukuran 40 x 45 akrilik di atas kanvas, serta berbagai lukisan ataupun seni rupa lainnya, yang berkaitan dengan suasana negeri ini, baik karya tahun 2020 maupun karya – karya tahun sebelumnya.

“Seni Rupa dengan judul ‘Perempuan Pemetik Kopi’, filosofinya adalah pekerjaan ini bukanlah pekerjaan biasa, dari lukisan tersebut, tampak si perempuan sedang mengendong anaknya, sehingga dari hasil biji kopi yang dipetik itu, Ia bisa menyekolahkan anaknya, hingga menjadi, seorang Dokter, Jenderal, Profesor, Guru dan lain sebagainya, jadi berkebun kopi adalah sebuah pekerjaan yang luar biasa,” jelas pria alumni Universitas Indraprasta Jakarta ini singkat.

Menurutnya, dengan dilaksanakannya event ini, ia berharap para perupa lainnya, di Provinsi Bengkulu, terutama kabupaten Rejang Lebong, dapat muncul kembali dan bangkit serta terus aktif berkreatifitas untuk menyalurkan hobinya hingga dapat dikenal dengan baik.

“Jadi jangan takut ataupun malu untuk berbuat, demi mengekspresikan sebuah hobi dan jangan menganggap pekerjaan ini, tidak dapat menghasilkan uang, karena di zaman dengan kemajuan teknologi saat ini, justru seni rupa sangat dibutuhkan, salah satunya adalah advertising,” demikian Omen. (Ade)

Tinggalkan Balasan