4. “Sudahlah, jangan menangis.”
Ketika anak terjatuh dan menangis, biasanya orang tua tanpa sadar akan berucap. “Sudah jangan nangis, ini tidak sakit”. Padahal kalimat ini akan semakin memperburuk keadaan.
Dikatakan Dr. Berman, “Anak menangis, karena memang sakit”. Sebagai orang tua alangkah baiknya ikut merasakan apa yang sedang dialami sang anak.
Cobalah peluk anak anda, sembari bertanya “mau dipasang perban/obat atau ciuman supaya sembuh”.
5. “Sini ayah/bunda bantu.”
Ketika anak sedang berimajinasi menyusun kerangka mainan nya, seperti robot, balok susun atau hal lain. Tentu, wajar orang tua membantu.
Tapi, jangan terlalu cepat kita ikut serta membantunya dalam menyelesaikan teka-teki atau susunan permainan tersebut.
Karena menurut Myrna Shure, seorang profesor emeritus psikologi di Drexel University, Philadelphia dan penulis Raising a Thinking Child. Jika orang tua terlalu ikut campur, maka akan merusak kemandirian anak Anda.
Semestinya, ajak anak berdiskusi jika kita melihat kesalahan, misalnya saat sedang menyusun balok, “Menurut kamu mana yang lebih pas atau bagus di bagian atas, yang kecil-kah atau yang besar? Kenapa seperti itu? Mari kita coba.”






