6. “Makanya belajar supaya berhasil/pintar.”
Kalimat di atas memberikan kesan mengekang terhadap anak atau mereka akan merasa tertekan dengan tuntutan orang tua.
Karena perkataan tersebut mengisyaratkan anak harus berhasil atau sukses. Seperti dikatakan Joel Fish, Ph.D., penulis 101 Ways to Be a Terrific Sports Parent.
Lantaran, sang anak akan memaknai kalimat tersebut sebagai “Kegagalan ini muncul, karena kurang giat dalam belajar”. Meskipun benar, banyak belajar atau berlatih akan mempertajam keterampilannya.
Sebaiknya, orang tua memberikan dorongan atau ajakan agar anak berusaha keras, karena sang anak akan merasa diperhatikan dan bangga dengan pencapaiannya serta akan belajar dengan dengan lebih giat.
7. “Ayah/Bunda tidak ada uang untuk membelinya.”
Biasanya perkataan seperti ini muncul saat anak minta dibelikan sesuatu, misalnya mainan. Padahal ungkapan ini akan membuat sang anak beranggapan bahwa orang tuanya tidak mampu.
Serta akan menimbulkan prasangka tidak baik kepada orang tuanya, bahkan menakutkan bagi anak-anak jika berbicara soal uang, ujar Penulis Kids and Money, Jayne Pearl.






