Menurutnya, program unggulan Pemkab Lebong terkait MT-II mendapatkan apresiasi dari DPRD Lebong. Lebih penting lagi, minat masyarakat untuk mengikuti MT-II sudah mulai berkembang dengan baik.
Selama ini, pandangan umum di kalangan masyarakat adalah bahwa Lebong tidak mampu untuk panen dua kali dalam setahun.
Namun, berkat kerja keras dari berbagai pihak, termasuk pak bupati, wakil bupati, Dinas Pertanian, dan berbagai lapisan masyarakat, mitos ini berhasil dibantah, dan sekarang kita dapat mencapai hasil panen dua kali dalam satu tahun,” ujarnya.
Namun demikian, dia mengaku bahwa masih ada beberapa elemen masyarakat yang menentang program tersebut, terutama dalam hal penggunaan anggaran. Oleh karena itu, ia berharap Dinas Pertanian setempat dapat mengantisipasi polemik tersebut.
“Masyarakat telah memberikan kritik karena mereka merasa bahwa dana yang digunakan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh,” pungkas Pip Haryono. (snd)










