Dijelaskan Abdulrahman, lantaran PPL masih di tengah masa pandemi Covid-19, sehingga ada beberapa kebijakan baru dalam pelaksanaannya, seperti lokasi PPL, kali ini berbasis tempat tinggal masing-masing mahasiswa dan dapat mengajukan sendiri tempat pelaksanaan PPL nya ke pihak panitia.
Lanjutnya, secara keseluruhan PPL kali ini terdapat 73 kelompok yang tersebar di berbagai kabupaten. Seperti, di Rejang Lebong sendiri terdapat 60 kelompok, kemudian, kabupaten Lebong terdapat 4 kelompok, lalu di kabupaten Musirawas dan Muaraenim provinsi Sumatera Selatan, masing – masing ada 1 kelompok. Sisanya, tersebar di kabupaten Kepahiang.

Masih sambung, Abdulrahman, pelaksanaan PPL kali ini berlangsung selama 2 bulan, terhitung sejak 5 Oktober hingga 5 Desember 2020. Sementara, untuk proses pelaksanaan PPL sendiri, para mahasiswa mengikuti kebijakan masing – masing sekolah. “Jadi PPL yang diterapkan kali ini adalah metode Darling, yaitu Dalam Jaringan (Daring.red) dan Luar Jaringan (Luring.red), karena di Masa Covid19, jadi ada pembatasan pertemuan dengan para murid dan pihak sekolah. Tapi sesekali juga ada pertemuan tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.










