banner bpkd 2024-rejangnews
47 Dokter Lengkapi Pelayanan Prima RSUD Rejang Lebong

47 Dokter Lengkapi Pelayanan Prima RSUD Rejang Lebong

RejangNews || Rejang Lebong – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rejang Lebong telah mengontrak 47 tenaga dokter hingga saat ini. Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Rejang Lebong, Dhendi Novianto SKM, Senin (29/04/2024).

Ia menjelaskan dari jumlah tersebut, 20 adalah dokter spesialis dan 27 lainnya terdiri dari 16 dokter umum, 5 dokter spesialis yang bekerja secara honorer, lalu 3 dokter umum honorer, dan 3 dokter umum biasa.

“Pihak kita berkomitmen akan menambah jumlah dokter setiap tahun, baik spesialis maupun umum, dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien RSUD Rejang Lebong,” ungkap Dhendi.

Dhendi Novianto Saputra
Plt. Direktur RSUD Curup kabupaten Rejang Lebong, Dhendi Novianto Saputra, SKM.

Lanjutnya, RSUD Rejang Lebong saat ini telah memperoleh akreditasi paripurna pada Oktober 2023 lalu dan harapannya menjadi rumah sakit rujukan regional di masa mendatang.

Menurut Dhendi, bahwa RSUD Rejang Lebong memiliki jumlah tenaga dokter kedua terbanyak setelah RS M. Yunus Bengkulu, hal ini menandakan tidak adanya kekurangan tenaga dokter dan adanya penambahan setiap tahun. “Maka memungkinkan RSUD Rejang Lebong menjadi rumah sakit rujukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahkan pada tahun ini, RSUD Rejang Lebong juga telah menambah fasilitas pendukung, termasuk gedung pelayanan, dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024 sebesar Rp 12 miliar.

fasilitas pengisian oksigen
Salah satu fasilitas di RSUD Curup, yang juga membantu memberikan pelayanan prima bagi pasien.

Dana tersebut digunakan untuk kegiatan pembangunan fisik sebesar Rp 5,7 miliar dan pengadaan alat kesehatan, seperti ruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) untuk anak-anak serta inkubator, sebesar Rp 6,3 miliar.

Selain itu, RSUD Rejang Lebong juga akan menerima hibah berupa alat kesehatan senilai Rp 48 miliar dari Bank Dunia melalui Kementerian Kesehatan. (rno)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top