Sementara itu, Najamudin pelaku UMKM kopi di Kepahiang menyatakan dirinya telah menjalani usaha “Kopi Kepahiang” mulai dari tahun 2018. Ia menggunakan bijih kopi asli wilayah Kepahiang dan menjaga aroma kopi yang khas.
“Saya mulainya memasarkan secara online sampai akhirnya ada pembeli dari Jepang dan Mesir membeli produk kami melalui website kami” jelas Najamudin.
Najamudin merasakan manfaat kehadiran Rumah BUMN untuk usahanya, mulai dari pelatihan pembuatan website yang bisa menarik pembeli hingga tempat produksi yang higienis dan memenuhi standar produk dengan kualitas baik.
Melalui Kopi Kepahiang, Najamudin juga menyisihkan 1.000 rupiah dari setiap bungkus penjualan kopinya untuk didonasikan kepada Panti Asuhan yang berlokasi di wilayah Kepahiang.(rel)








