Menurut dr. Ridiya, salah satu faktor penurunan ini adalah jarak tempuh menuju rumah sakit yang cukup jauh bagi sebagian warga. Hal tersebut membuat pasien enggan atau kesulitan untuk datang langsung ke poli.
“Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, baik kepada pasien umum maupun peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” tegas dr. Ridiya.
Pihak RSUD Curup berharap ke depan ada perbaikan dalam hal aksesibilitas, agar masyarakat bisa lebih mudah menjangkau layanan kesehatan khususnya poli spesialis kulit dan kelamin. (Ade)










