Kasad mengungkapkan, dari rekrutmen terdahulu menemukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab meminta imbalan dari para peserta seleksi dengan menjanjikan kelulusan dan telah diproses hukum.
“Kami menemukan dan ini sudah terjadi, ada anggota atau prajurit Angkatan Darat yang menawarkan jasa dengan cara meminta imbalan jasa berupa uang, ada juga anggota Persit serta masyarakat biasa tetapi juga mengklaim hal tersebut, sekarang kami sedang proses hukum semua” tegas Kasad.

Usai pelaksanaan kegiatan tersebut, Pangdam XVIII/Kasuari juga memberikan arahannya bahwa Kasad terus memonitor dan sangat konsen terhadap kegiatan seleksi mulai dari tahap awal.
“Tugas kita sebagai orang tua adalah mendoakan, karena saat ini anak-anak kita sedang berjuang mati-matian untuk bisa lulus, mereka bertarung sekeras-kerasnya, perjuangan anak kita harus kita iringi dengan doa, kita hanya berencana namun Tuhan yang punya kuasa”ujar Pangdam.
Pangdam menegaskan kembali pernyataan Kasad bahwa jika ada oknum TNI, ASN atau mungkin orang sipil di wilayah Papua Barat yang menjanjikan untuk bisa lulus masuk Taruna akan diproses secara hukum.










