Kemudian DRB melakukan pembelaan diri dengan memukul para pemalak, sehingga masyarakat yang dipukul melaporkan DRB.
Danrindam XVIII/Kasuari saat menerima laporan dari masyarakat tersebut langsung mengambil langkah dengan melakukan pendekatan secara kekeluargaan, “Akhirnya peristiwa ini dapat diselesaikan tuntas secara kekeluargaan,” ujarnya.
Sayangnya, pada saat pelaksanaan apel pagi sekaligus pengecekan pasukan didepan Satdik Secata Rindam XVIII/Kasuari, Dansatdik Secata Rindam malah kembali mengungkit masalah yang sudah diselesaikan tersebut.
“Dansatdik membahas masalah ini kembali dengan maksud agar permasalahan serupa tidak terulang kembali. Sayangnya DRB yang mendengar hal tersebut, malah merasa sakit hati, sehingga menimbulkan spontanitas DRB untuk melakukan pembacokan dengan menggunakan parang,” jelas Kapendam.
Ia melanjutkan, terkait dengan video yang beredar di masyarakat hingga sosial media saat kejadian pembacokan tersebut, Kapendam kembali menegaskan bahwa video tersebut tidak ada sama sekali kaitannya dengan kasus pembacokan.










