pasang iklan anda di situs rejangnews.com
KOLOM IKLAN/BANNER
Dandim Rejang Lebong Tegaskan Dukungan Cetak Sawah Bengkulu, Irigasi Jadi Fokus Utama
Page 4

Dandim Rejang Lebong Tegaskan Dukungan Cetak Sawah Bengkulu, Irigasi Jadi Fokus Utama

Rejangnews.com || Bengkulu – Kodim 0409/Rejang Lebong menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh Program Cetak Sawah Bengkulu sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla saat menghadiri rapat evaluasi Program Cetak Sawah Rakyat Tahun 2025 sekaligus pembahasan percepatan penyelesaian permasalahan irigasi di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (2/6/2026).

Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, membahas perkembangan Program Cetak Sawah Bengkulu yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan dan memperluas lahan pertanian produktif.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, pada tahun 2025 daerah ini memperoleh alokasi Program Cetak Sawah Bengkulu seluas 2.200 hektare. Dari total tersebut, sebanyak 1.542,57 hektare telah memiliki Survey Investigasi dan Desain (SID), sementara 861,9 hektare telah memasuki tahap konstruksi.

Sejumlah lahan yang telah selesai dicetak bahkan mulai dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Tercatat sekitar 319,9 hektare telah memasuki masa tanam hingga panen yang tersebar di Kabupaten Bengkulu Utara, Seluma, dan Rejang Lebong.

Namun demikian, persoalan irigasi masih menjadi tantangan utama. Salah satunya terjadi di Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong. Sebanyak 572 hektare lahan cetak sawah yang telah selesai dibangun belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena belum tersedianya pasokan air yang memadai.

Menanggapi kondisi tersebut, Dandim 0409/Rejang Lebong menegaskan kesiapan TNI untuk membantu mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang menghambat pemanfaatan lahan pertanian.

“TNI siap mendukung Program Cetak Sawah Bengkulu secara maksimal. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Balai Wilayah Sungai, instansi teknis terkait, serta masyarakat guna mempercepat penyelesaian persoalan irigasi sehingga lahan yang sudah dicetak dapat segera dimanfaatkan. Akan kita maksimalkan,” tegas Dandim.

Menurutnya, keberhasilan Program Cetak Sawah Bengkulu tidak hanya bergantung pada pembukaan lahan baru, tetapi juga harus didukung infrastruktur yang memadai, khususnya jaringan irigasi yang mampu menjamin kebutuhan air bagi petani.

Ia menambahkan, penyelesaian persoalan irigasi membutuhkan kajian teknis yang komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga ahli hidrologi, agar solusi yang diterapkan sesuai dengan kondisi geografis dan karakteristik wilayah.

Sementara itu, Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memastikan seluruh lahan cetak sawah dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Menurutnya, berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari pembangunan jaringan perpipaan hingga koordinasi dengan pemerintah pusat guna mendukung penyempurnaan sarana irigasi.

“Program yang sudah berjalan baik tidak boleh terhambat hanya karena persoalan distribusi air. Masih diperlukan kajian teknis lanjutan untuk mengalirkan air ke kawasan sawah dengan kondisi kontur tertentu,” ujarnya.

Selain mengevaluasi pelaksanaan Program Cetak Sawah Bengkulu tahun 2025, rapat juga membahas rencana pengembangan program pada tahun 2026. Provinsi Bengkulu mendapat indikasi alokasi lahan cetak sawah baru seluas 5.000 hingga 6.000 hektare dari Kementerian Pertanian.

Saat ini pemerintah daerah masih menunggu usulan lokasi dari pemerintah kabupaten dan kota sebagai dasar penyusunan Survey Investigasi dan Desain (SID).

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Balai Wilayah Sungai, instansi teknis, dan TNI, berbagai kendala yang masih dihadapi diharapkan dapat segera teratasi sehingga Program Cetak Sawah Bengkulu mampu meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Bengkulu, khususnya Kabupaten Rejang Lebong. (Rnm)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top