Menurutnya, keberhasilan Program Cetak Sawah Bengkulu tidak hanya bergantung pada pembukaan lahan baru, tetapi juga harus didukung infrastruktur yang memadai, khususnya jaringan irigasi yang mampu menjamin kebutuhan air bagi petani.
Ia menambahkan, penyelesaian persoalan irigasi membutuhkan kajian teknis yang komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga ahli hidrologi, agar solusi yang diterapkan sesuai dengan kondisi geografis dan karakteristik wilayah.
Sementara itu, Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memastikan seluruh lahan cetak sawah dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Menurutnya, berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari pembangunan jaringan perpipaan hingga koordinasi dengan pemerintah pusat guna mendukung penyempurnaan sarana irigasi.
“Program yang sudah berjalan baik tidak boleh terhambat hanya karena persoalan distribusi air. Masih diperlukan kajian teknis lanjutan untuk mengalirkan air ke kawasan sawah dengan kondisi kontur tertentu,” ujarnya.










