Apalagi tahun ini adalah tahunnya pesta demokrasi, meskipun TNI tidak ikut memilih dan tidak ikut menentukan, namun TNI harus menjaga pelaksanaan Pemilu tersebut agar berjalan lancar dan aman.
Lanjutnya, terdapat 5 poin penting dalam netralitas TNI dan jangan sampai dilanggar, karena ada konsekuensinya.
Menurut Pangdam, situasi jelang Pemilu saat ini mulai hangat dan pasti akan meningkat, untuk itu diharapkan prajurit tidak boleh terpancing, tidak terprovokasi, harus bisa menahan diri.
Ia berpesan, kemampuan yang dimiliki prajurit bukan untuk menjatuhkan orang, tetapi untuk menghadapi situasi saat ini dan apabila ada yang mengajak atau memancing dan lain sebagainya, sampaikan itu bukan urusannya.
Karena rakyat bukanlah tandingan, tetapi siapapun yang ingin merusak atau mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) maka Ia adalah musuh bersama.
Kepada para prajurit Iapun meminta untuk tidak apatis dengan situasi saat ini, karena sebagai prajurit juga harus paham akan situasi dan kondisi apapun di Indonesia, khususnya di wilayah tugas.










