Menurut Migianto, rencana pemerintah mengembangkan kawasan tersebut menjadi agrowisata, kawasan pertanian hingga lokasi pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.
“Kami mendukung penuh apabila lahan itu dikelola pemerintah daerah. Yang terpenting masyarakat desa sekitar harus diprioritaskan untuk diberdayakan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Babakan Bogor, Giran. Ia mengaku selama perusahaan beroperasi, desanya juga tidak pernah menerima program CSR maupun bantuan pembangunan fisik.
“Sejak PT TUM berdiri, kami belum pernah mendapatkan bantuan pembangunan, meskipun sudah beberapa kali menyerahkan proposal kepada pihak perusahaan,” ujarnya.
Giran mengakui perusahaan memang menyerap tenaga kerja lokal. Namun menurutnya, hal tersebut belum sebanding dengan harapan masyarakat yang telah hidup berdampingan dengan kawasan perkebunan selama lebih dari tiga dekade.
Karena itu, Pemerintah Desa Babakan Bogor juga mendukung penuh rencana Pemkab Kepahiang mengambil alih lahan eks HGU PT TUM seluas 116 hektare.










