Dalam program unggulan TNI AD, pembangunan sumur bor ditargetkan sebanyak lima titik. Hingga saat ini, empat sumur bor masing-masing telah mencapai progres sekitar 19,5 persen, sedangkan satu titik lainnya masih belum dimulai.
Sementara itu, program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak lima unit juga mulai berjalan. Dua unit rumah masing-masing telah mencapai progres 12,5 persen, satu unit sekitar 3,2 persen, dan dua unit lainnya masih dalam tahap persiapan.
Sebanyak 55 personel terlibat dalam kegiatan TMMD tersebut, terdiri dari 40 prajurit TNI AD dan 15 orang masyarakat setempat. Pengerjaan di lapangan didukung sejumlah peralatan, antara lain alat pertukangan, satu unit ekskavator, serta satu unit dozer.
Selama kegiatan berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah pada pagi hari, sementara hujan turun pada siang hingga sore hari. Meski demikian, situasi di wilayah pelaksanaan TMMD dilaporkan aman dan terkendali tanpa adanya kejadian menonjol. (Rnm)









