Jembatan berukuran 5 x 5 meter itu menjadi infrastruktur vital karena merupakan satu-satunya akses penghubung antara Desa Ajai Siang dan Desa Tik Sirong. Selama ini, masyarakat sangat bergantung pada jalur tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari mengangkut hasil pertanian, bersekolah, hingga memperoleh pelayanan kesehatan.
Agung menegaskan seluruh personel di lapangan diminta tetap mengutamakan kualitas pekerjaan meski pembangunan hampir selesai. Ia berharap jembatan tersebut memiliki konstruksi yang kokoh sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kecepatan memang penting, tetapi kualitas jauh lebih penting. Kami ingin jembatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dalam waktu yang lama,” tegasnya.
Keberadaan jembatan ini nantinya akan memberikan manfaat langsung bagi sedikitnya 341 kepala keluarga atau sekitar 1.013 jiwa. Rinciannya, sebanyak 135 kepala keluarga dengan 401 jiwa berada di Desa Tik Sirong, sedangkan 206 kepala keluarga dengan 612 jiwa berada di Desa Ajai Siang.










