Menurutnya, sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi faktor penting dalam kelancaran proses pembangunan yang saat ini terus berjalan sesuai target.
“Saya mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang sejak awal turut bergotong royong membantu proses pembangunan. Semangat kebersamaan ini menjadi modal penting dalam menyukseskan pembangunan jembatan,” ujar Dandim.
Jembatan Perintis Garuda Rejang Lebong yang dibangun memiliki panjang 9 meter dan lebar 5 meter. Infrastruktur ini nantinya akan menjadi jalur penghubung penting bagi warga Desa Air Merah dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Sedikitnya 759 kepala keluarga atau sekitar 1.850 jiwa diperkirakan akan merasakan manfaat langsung dari keberadaan jembatan tersebut. Selain mempercepat mobilitas warga, akses menuju lahan pertanian, pusat perekonomian, serta fasilitas umum juga akan menjadi lebih mudah.
Tak hanya berdampak pada sektor ekonomi, jembatan ini juga diyakini akan memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan. Selama ini, akses yang terbatas sering menjadi hambatan bagi para pelajar, terutama saat musim hujan atau cuaca buruk.










