“Maka dari itu, bapak ibu kepala desa, kami mohon bapak ibu dapat melakukan penguatan-penguatan. Perhatikan betul apa yang menjadi indikator dan karakteristik dari kemiskinan ekstrem. Sehingga, langkah penanganannya bisa efektif,” imbuh Kopli.

Sementara itu, Wabup Drs Fahrurrozi M.Pd ketika dikonfirmasi usai acara mengungkapkan, jumlah jiwa yang masuk dalam kategori miskin ekstrem di Kabupaten Lebong mencapai 1200 jiwa. Sedangkan untuk stunting sendiri ada di angka 238.
Terkait langkah penanganan sendiri, Wabup menuturkan, Pemkab Lebong akan fokus pada peningkatan kualitas permukiman, ketersediaan air bersih, sanitasi dan kebutuhan primer (pokok) masyarakat.
“Kita juga meminta para kades untuk mengalokasikan dana desa untuk keperluan pengentasan kemiskinan ekstrem maupun stunting,” ujar Wabup.
Terpantau, kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) H Mustarani Abidin SH MSi, para asisten dan segenap kepala OPD di lingkup Pemkab Lebong. Tampak hadir pula para camat, lurah. Tak ketinggalan puluhan Penjabat Kepala Desa (PJs) se Kabupaten Lebong yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu. (snd)










