Rejangnews.com || Rejang Lebong – Dalam pertemuan audiensi dengan Kepala Balai Transportasi Darat Kelas II A, Bupati Rejang Lebong, H.M Fikri, SE, M.Ap, mengungkapkan tiga isu utama yang sering dikeluhkan masyarakat, Selasa (06/05/2025) pukul 11.00 wib.
Adapun tiga persoalan itu, terkait lalu lintas angkutan batubara, kondisi aset terminal Simpang Nangka, serta maraknya aksi balap liar. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Bupati pada Selasa (6/5/2025).
Menurut Bupati Fikri, keberadaan angkutan batubara di wilayah Rejang Lebong sudah sangat mengganggu aktivitas warga.
“Masalah ini bukan hanya dikeluhkan masyarakat, tetapi juga menjadi perhatian serius DPRD dan Wakil Bupati. Armada batubara melintas kapan saja, pagi, siang, hingga sore, tanpa memperhatikan waktu,” ungkapnya.

Ia berharap melalui audiensi ini dapat ditemukan solusi terbaik agar mobilitas warga tidak terganggu, sementara kegiatan angkutan batubara tetap berjalan dengan tertib.
Bupati juga mencontohkan beberapa daerah di Sumatera Selatan yang berhasil mengatur jam operasional armada batubara hanya pada malam hari.










