Rejangnews.com || Lebong – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Lebong beberapa waktu lalu meninggalkan dampak serius terhadap infrastruktur daerah.
Informasi terhimpun, sekitar 13 jembatan gantung dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, bahkan beberapa di antaranya sudah tidak dapat digunakan oleh masyarakat.
Kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas warga, terutama akses menuju lahan pertanian, distribusi hasil panen, hingga pergerakan ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebong bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Kodim 0409/Rejang Lebong guna mencari solusi penanganan darurat terhadap jembatan yang rusak akibat banjir bandang.
Dari hasil koordinasi dan survei lapangan, disepakati bahwa perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan jembatan yang mengalami kerusakan paling parah dan mendesak untuk segera ditangani.
Pada tahap awal, dua jembatan ditetapkan sebagai prioritas utama, yakni Jembatan Pelabuhan Talang Liak dan Jembatan Desa Tik Sirong. Kedua jembatan tersebut dinilai sudah tidak layak digunakan karena mengalami kerusakan berat yang menghambat mobilitas warga.
Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla, mengatakan penetapan dua lokasi tersebut berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan yang menunjukkan kondisi jembatan sudah tidak memungkinkan untuk dilalui masyarakat.
“Dua jembatan ini menjadi prioritas karena kondisinya sudah tidak bisa digunakan dan sangat mendesak untuk segera diperbaiki,” ujar Agung, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, pembangunan kedua jembatan tersebut akan dilaksanakan melalui Program Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI Kodam XXI/Radin Inten Tahun 2026. Program ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan akses transportasi masyarakat sekaligus mendukung kembali aktivitas ekonomi warga pascabencana.
Saat ini, proses pembangunan masih memasuki tahap persiapan sebelum pekerjaan fisik dimulai dalam waktu dekat. Kodim 0409/Rejang Lebong juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung pelaksanaan program agar berjalan sesuai target.
“Akan segera kita mulai setelah seluruh persiapan selesai. Mohon doa dan dukungan agar berjalan lancar,” harap Dandim.
Sementara itu, Bupati Lebong H. Azhari, S.H., M.H., memberikan apresiasi kepada Kodim 0409/Rejang Lebong yang dinilai sigap membantu masyarakat dalam percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.
Azhari mengakui kemampuan fiskal daerah saat ini masih menghadapi tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses transportasi dan konektivitas wilayah, dapat segera dipulihkan.
“Meski dalam keterbatasan, kita tetap berupaya agar kebutuhan masyarakat, terutama akses jembatan, segera tertangani,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, penanganan infrastruktur akibat banjir bandang di Kabupaten Lebong akan dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat urgensi dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen untuk berkolaborasi dalam mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak.
“Tentunya tidak bisa serentak. Kita akan lakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas,” pungkasnya. (Rnm)










