Umar Junaidi dari Air Nau mengusulkan pembukaan jalan ke Air Rusa, pembangunan empat jembatan, dan penambahan 15 titik lampu penerangan. Warga lainnya, Bastari, menyoroti kebutuhan jalan penghubung ke Badar Agung, 40 tiang listrik, dan empat titik bak sampah. Sementara Cepi dari Pangabang meminta lanjutan jalan hot mix, akses air bersih, jaringan seluler, hingga gagasan pengembangan objek wisata perkebunan.
Dari Tanjung Agung, warga mendesak perbaikan saluran irigasi serta evaluasi ulang penyaluran bantuan sosial yang dinilai tidak tepat sasaran.

Para legislator merespons bergiliran. Destiansyah memastikan Dinas PUPR telah hadir dan akan menginventarisasi seluruh usulan. “Semua masukan dicatat dan akan disusun oleh sekretariat. Harapannya, PUPR bisa mengecek dan menindaklanjuti,” ujarnya.
Ricko Chandra menambahkan bahwa penanganan longsor di Desa Lawang Agung sudah masuk rencana kerja. Bronjong sebanyak 24 unit telah dipasang, dan anggaran Rp 200 juta dialokasikan melalui perubahan anggaran tahun ini. “Pekerjaan lanjutan siap dikerjakan pada 2026,” kata dia.










