Ketua Tim Wasev, Kolonel Sambas, mengatakan evaluasi dilakukan untuk mengukur kinerja satuan tugas sejak tahap perencanaan hingga penutupan kegiatan. Ia menekankan pentingnya efektivitas, efisiensi, dan ketepatan sasaran dalam setiap tahapan pelaksanaan.

Program TMMD, kata dia, merupakan kegiatan terpadu lintas sektoral yang melibatkan pemerintah daerah, instansi terkait, akademisi, serta masyarakat. “Kegiatan ini digelar serentak secara nasional guna mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, terutama daerah terpencil dan tertinggal,” ungkapnya.
Sasaran TMMD di Seguring mencakup pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, tempat ibadah, irigasi, sanitasi, sekolah, talud, pos keamanan lingkungan, dan fasilitas umum lainnya.
Adapun kegiatan nonfisik meliputi penyuluhan pertanian, kesehatan, hukum, wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan, donor darah, perpustakaan keliling, khitanan massal, hingga pembagian sembako.
Selain itu, terdapat program unggulan TNI AD seperti Integrated Farming, TNI Manunggal Air, rehabilitasi rumah tidak layak huni, percepatan penurunan stunting, penanaman pohon, serta kegiatan kebersihan lingkungan.










