
Pangdam mengatakan, Korps Infanteri memiliki mobilitas tinggi bergerak dengan kaki sehingga gunung setinggi apapun bisa didaki. Selain itu seorang prajurit Infanteri harus mampu bergerak di air, darat dan nanti dia juga harus mampu di udara. Sehingga ia berharap keseriusan dalam pengambilan brevet karena banyak yang mengalami kegagalan.
“Kita ingin sebagai prajurit Kodam XVIII/Kasuari adalah prajurit yang professional, harus memiliki kemampuan yang tanggap, tanggon dan trengginas, fisik harus prima, akademik pengetahuan juga harus cerdas, mempunyai jiwa Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan juga jiwa Pancasila yang sudah kalian ikrarkan tadi, itulah pedoman kita bergerak sebagai seorang prajurit,” ucapnya.
Acara tersebut tidak dihadiri oleh orang tua siswa seperti tahun-tahun sebelumnya dikarenakan penyematan dilaksanakan pada situasi pandemi Covid-19 dan dilaksanakan dengan protokol kesehatan.
“Kalian jangan kecewa, prajurit Infanteri sudah terbiasa karena prajurit yang hebat, prajurit Infanteri dilahirkan bukan dalam situasi kenyamanan, namun dilahirkan melalui penderitaan dan dari keterbatasan, itulah prajurit yang hebat,” tegasnya.










