Selain itu, Bupati meminta Dinas PUPRPKP untuk segera memantau kondisi longsor, mengingat banyak warga yang khawatir akan adanya longsor susulan, terutama saat hujan deras di malam hari.
“PU harus mengecek lokasi dan segera melakukan langkah mitigasi agar masyarakat merasa aman. Untuk lahan persawahan yang terdampak banjir, kita akan membangun irigasi permanen tahun ini. Selain itu, jalan penghubung Desa Air Pikat – Tebat Tenong Dalam – Tebat Pulau juga akan diperbaiki dengan anggaran Rp 2,8 miliar,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Tebat Pulau, Jariyan, menyampaikan beberapa keluhan warga, seperti ancaman longsor susulan dan lahan pertanian yang kerap terendam banjir.

“Kami berharap pembangunan jalan dari Desa Air Pikat – Tebat Tenong Dalam – Tebat Pulau dilakukan secara menyeluruh, bukan setengah-setengah. Selain itu, saluran air yang sebelumnya dikeruk kini kembali tersumbat oleh batu, sehingga menyebabkan banjir di area persawahan,” ujar Jariyan.
Dalam tausiyah singkatnya, Ustadz Yuli Wahyudi, S.Pd.I mengajak masyarakat untuk taat kepada Allah, Rasulullah, dan pemimpin yang diberi amanah.










