Rejangnews.com || Kepahiang – Polemik PT Trisula Ulung Megasurya (PT TUM) di Kecamatan Kabawetan kembali mencuat. Kali ini, dua kepala desa yang berada di sekitar kawasan perkebunan teh milik perusahaan asing tersebut mengungkapkan bahwa selama puluhan tahun beroperasi, PT TUM tidak pernah menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun bantuan pembangunan kepada desa mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Desa Air Sempiang, Mugianto, dan Kepala Desa Babakan Bogor, Giran. Keduanya mengaku masyarakat hanya merasakan manfaat berupa lapangan pekerjaan dalam jumlah terbatas, sementara kontribusi perusahaan terhadap pembangunan desa dinilai nyaris tidak ada, Sabtu (11/07/2026).
Kepala Desa Air Sempiang, Mugianto, mengatakan PT TUM memang mempekerjakan sebagian warga desanya. Namun jumlah tenaga kerja yang terserap diperkirakan hanya sekitar 50 orang, terdiri dari pekerja tetap dan harian lepas.
“Selain membuka lapangan pekerjaan, kami tidak pernah merasakan adanya CSR ataupun bantuan pembangunan desa dari perusahaan,” ujar Mugianto.










