Musyawarah dihadiri Kepala Desa Air Kati Sapton Kelvin, Kepala Desa Suka Karya Ujang Bastari, Kepala Dusun Suka Karya Harni, Ketua BPD Desa Air Kati Hasan Basri, para ketua kelompok tani dari kedua desa, perangkat desa, serta tokoh dan masyarakat setempat.
Kepala Desa Air Kati, Sapton Kelvin, mengatakan kondisi jembatan sudah cukup memprihatinkan sehingga perlu segera dilakukan penanganan agar tidak membahayakan pengguna.
“Musyawarah ini sengaja kami lakukan untuk membahas perbaikan lantai Jembatan Sungai Temam yang sekarang kondisinya sangat memprihatinkan,” kata Sapton.
Menurut dia, papan-papan lantai jembatan yang telah lapuk berpotensi mengancam keselamatan warga yang setiap hari melintas.
“Saat melintas di atas jembatan ini masyarakat harus berhati-hati. Kalau tidak, bisa saja terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, apalagi ketinggian jembatan mencapai puluhan meter,” ujarnya.
Sapton menjelaskan, Jembatan Sungai Temam merupakan akses vital yang menghubungkan aktivitas masyarakat di dua desa. Jalur tersebut setiap hari digunakan warga, pelajar, guru, petani, hingga masyarakat yang menjalankan kegiatan ekonomi.










