
‘’Kita siap melakukan MoU terkait pengelolaan dan peningkatan PAD. Dan kita juga siap mengajak masyarakat untuk memanfaatkan jasa perbankan di Bank Bengkulu,’’ kata bupati.
Menurutnya, terdapat beberapa potensi perputaran uang. Seperti pengelolaan objek wisata alam dan wisata buatan serta transaksi jual beli hasil bumi, kopi, Palawija dan industri rumahan UMKM.
Lantaran, selama ini beberapa sektor tersebut belum memberikan kontribusi PAD secara maksimal. “Kami berharap melalui dukungan Bank Bengkulu, penerimaan PAD dari sektor ini dapat meningkat,’’ pungkas Bupati.
Audiensi ini diakhiri dengan pemberian cinderamata. Bank Bengkulu memberikan miniatur bunga kibut. Sedangkan Bupati memberikan miniatur rumah adat Rejang. (rno/adv)








