Iklan Banner Rejangnews.com
Sampah di Teluk Sawaibu Diserbu Kodam Kasuari dan Fasharkan Manokwari serta Pemprov PB

Sampah di Teluk Sawaibu Diserbu Kodam Kasuari dan Fasharkan Manokwari serta Pemprov PB

Manokwari – Kodam XVIII/Kasuari bersama dengan Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan Kapal (Fasharkan) TNI AL Manokwari dan Pemerintah Provinsi Papua Barat serta masyarakat menyerbu pesisir Teluk Sawaibu untuk melaksanakan Karya Bakti pembersihan sampah, Rabu (21/2/2024).

Karya Bakti ini digelar dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap tanggal 21 Februari.

Pj. Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere dalam sambutannya menyampaikan bahwa pesisir Teluk Sawaibu merupakan penyumbang sampah plastik paling banyak bagi pulau Mansinam dan sekitarnya, ditambah saat hujan deras, sampah plastik akan semakin banyak di sepanjang pesisir Pulau Mansinam yang merupakan salah satu destinasi wisata religi di Kabupaten Manokwari dan Papua Barat.

“Teluk Sawaibu diatas permukaannya yang indah, menyimpan begitu banyak sampah plastik didalamnya. HSPN yang diperingati pada hari ini memberikan arti penting untuk mengingatkan kita semua bahwa sampah harus menjadi perhatian kita bersama, sehingga perlu melibatkan seluruh komponen,” jelasnya.

Kegiatan ini mengusung Tema “Atasi Sampah Plastik Dengan Cara Produktif”. Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan yang sangat serius dan membutuhkan perhatian dan upaya bersama untuk mengatasinya. Oleh karena itu, kegiatan ini berfokus pada upaya pencegahan dan pengentasan sampah plastik dengan cara produktif.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua Barat telah berkomitmen dalam upaya pengelolaan sampah melalui penetapan peraturan Gubernur Provinsi Papua Barat Nomor 27 Tahun 2023, dalam Pergub ini menyusun kebijakan, strategi, beberapa program dan sektor utama serta  pendukung dalam pengelolaan sampah untuk mencapai target pengurangan dan penanganan sampah.

Pembersihan sampah di sepanjang Teluk Sawaibu diharapkan mampu menyadarkan masyarakat untuk tidak membuang sampah langsung di lingkungan, karena sampah plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 sampai dengan 500 tahun agar terurai dengan sempurna. “Saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan hari ini,” ungkap Pj. Gubernur.

Ikut dalam kegiatan ini, para unsur Forkopimda Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, Dinas Lingkungan Hidup Manokwari, dan personel Kodim, Fasharkan serta komponen Bangsa lainnya. (Rilis Pendam XVIII/Ksr)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top