“Rejang Lebong tidak memiliki sektor pertambangan besar yang dapat diandalkan. Namun kami memiliki banyak destinasi wisata yang indah dan potensial untuk dikembangkan sebagai identitas daerah sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong, Riki Irawan, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Anugerah Desa Wisata 2026.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan daya saing desa wisata sekaligus mendorong pengembangan produk UMKM berbasis potensi lokal.
Riki menjelaskan, hingga akhir Mei 2026 sebanyak 16 desa telah mengikuti kompetisi Anugerah Desa Wisata 2026. Seluruh peserta dinilai langsung oleh tim juri profesional dari berbagai bidang.
Program ini bertujuan mendorong desa-desa agar semakin inovatif dalam mengembangkan destinasi wisata, memperkuat produk UMKM, serta melestarikan budaya dan kearifan lokal yang menjadi daya tarik wisata.






