“TNI hanya bertugas membuka badan jalan. Setelah itu, pekerjaan lanjutan seperti pengerasan maupun pengaspalan akan dilaksanakan oleh Dinas PUTR Provinsi Bengkulu karena ruas jalan ini merupakan jalan provinsi,” ujar Ade, Rabu (5/8/2026).
Ia mengatakan, hingga kini proses pembukaan badan jalan berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti. Apabila cuaca tetap bersahabat, pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 40 hari.
“Mudah-mudahan tidak ada kendala sehingga target penyelesaian dalam 40 hari dapat tercapai,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, ST, mengatakan Program Karya Bakti TNI dipilih sebagai strategi Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mengefisienkan biaya pembangunan jalan.
Menurut Tejo, apabila pembukaan badan jalan dilakukan sepenuhnya melalui mekanisme pekerjaan konstruksi biasa, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Dengan melibatkan TNI, biaya pelaksanaan dapat ditekan secara signifikan.
“Pak Gubernur menggandeng TNI melalui Program Karya Bakti agar biaya pembukaan badan jalan bisa lebih efisien,” ujarnya.










