Guntur Setyanto, M.Si selaku inspektur upacara sekaligus membacakan amanat dari Kalemdiklat Polri diantaranya menjelaskan bahwa keputusan penyelenggaraan pendidikan TA 2021 pendidikan dilaksanakan dengan tatap muka atau on campus. “Agar masing-masing SPN memastikan alat kesehatan tersedia dengan baik dan jadikan disiplin Prokes menjadi budaya yang baru,” sampai Kapolda.
Kemudian secara khusus untuk pertaman kalinya diterapkan penguatan kurikulum yang telah diresmikan oleh Bapak Kapolri pada peringatan Bhayangkara ke 75 yang diberi nama kurikulum Presisi.

Secara khusus tahun ini diselenggarakan secara bersamaan pendidikan Reguler dan Hibah yang berjumlah 10.650 serdik Reguler dan 4.636 dari sumber hibah yang berasal dari Provinsi Papua, Papua Barat, Kalsel, Sumsel, Babel, dan Jatim sehingga jumlahnya menjadi 15.286 serdik yang terdiri dari 14.609 serdik pria dan 677 wanita. Pendidikan akan berlangsung selama 5 bulan kedepan dengan 36 Sardik Polri dan 31 SPN di seluruh Indonesia termasuk Sepolwan, Pusdik Brimob, Sabhara, Binmas, dan Polair.






