Perselisihan antara guru dan siswa memang kerap terjadi, mayoritas adalah perselisihan terjadi karena orang tua tidak terima terhadap tindakan guru dalam memberikan peringatan dan teguran pada siswa, yang cenderung membuat siswa memiliki rasa aman terhadap dirinya sehingga membuat tindakan-tindakan yang dilarang oleh gurunya.
Dan salah satu indikator yang membuat fenomena ini terus terjadi adalah akibat sistem pendidikan di Indonesia mengabaikan pendidikan perilaku dan karakter, karena pendidikan di Indonesia lebih banyak menekankan pada aspek kognitif, sementara aspek sopan santun cenderung dilupakan.
“Artinya atas peristiwa yang sangat memprihatinkan tersebut, problematika pada lembaga pendidikan masih menjadi momok mengerikan terhadap keberlanjutan pendidikan yang sehat ataupun normal, terkhusus di bidang kesejahteraan pendidikan karena masih terdapat kekerasan pada lembaga pendidikan baik terhadap guru maupun siswa,” pungkas aktivis HMI ini. (Ade)










