
Wakil Menteri Dikti-Saintek, Prof Stella Christie, PhD, mengungkapkan kawasan Mojorejo masuk tiga besar nominasi terbaik dari 38 provinsi. Faktor yang menjadi penilaian meliputi luas lahan minimal 20 hektare, kedekatan dengan akses transportasi seperti bandara dan stasiun, serta kondisi teknis lainnya.
Menurut Stella, pembangunan SMA Unggul Garuda merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto. Secara nasional, pemerintah menargetkan pendirian 20 sekolah unggulan, dengan tiga di antaranya berada di Sumatera: Aceh Utara, Lampung, dan Rejang Lebong.
Sekolah yang ditargetkan rampung pada Juni 2027 ini akan berkolaborasi dengan 22 perguruan tinggi dalam dan luar negeri, termasuk Universitas Bengkulu dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

“SMA Unggul Garuda akan menjadi pusat lahirnya talenta anak bangsa agar mampu bersaing di kancah global,” jelas Wamen.
Lanjutnya, kehadiran siswa dari berbagai daerah juga akan memberi dampak ekonomi melalui penguatan UMKM dan sektor wisata lokal.
Sebelum menetapkan lokasi, Stella bersama Bupati Fikri, Wakil Bupati Hendri, serta forkopimda sempat meninjau langsung kawasan Mojorejo. Dengan menunggangi motor trail melewati jalan berbatu yang biasa dilalui petani, rombongan akhirnya tiba di lahan yang menawarkan panorama Danau Mas Harun Bastari dan Bukit Kaba.










