pasang iklan anda di situs rejangnews.com
KOLOM IKLAN/BANNER
TNI-Polri Hingga Warga Turun Tangan Tangani Dampak Banjir di Lebong
Page 5

TNI-Polri Hingga Warga Turun Tangan Tangani Dampak Banjir di Lebong

Rejangnews.com || Lebong – Dampak bencana banjir di Kabupaten Lebong, Bengkulu, masih dirasakan warga hingga Jumat (8/5/2026). Selain menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan, banjir juga mengakibatkan sejumlah fasilitas umum terdampak lumpur dan material sisa banjir.

Koramil 409-02/Lebong Selatan bersama unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat menggelar kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan SMPN 05 Lebong di Desa Talang Liak II, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong.

Kegiatan pembersihan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan melibatkan Wakil Bupati Lebong, Kapolres Lebong, Danramil 01 dan Danramil 02, Kapolsek Lebong Selatan, Kapolsek Lebong Tengah, para camat, perangkat desa, guru, siswa hingga masyarakat setempat.

Pembersihan dilakukan sebagai upaya mempercepat pemulihan aktivitas belajar mengajar pasca banjir air Ketahun yang sebelumnya merendam kawasan tersebut.

Di sisi lain, kerusakan infrastruktur juga terjadi di ruas Jalan Provinsi Bengkulu yang menghubungkan Kabupaten Rejang Lebong menuju Kabupaten Lebong, tepatnya di Desa Talang Ratau, Kecamatan Rimbo Pengadang.

Danramil 08/RP Lettu Inf Rosyadi bersama anggota turun langsung meninjau kondisi jalan yang mengalami ambles di dua titik berbeda.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, badan jalan mengalami penurunan mencapai sekitar 40 hingga 80 sentimeter. “Kondisi tersebut membuat kendaraan roda dua maupun roda empat harus melintas secara bergantian dengan bantuan warga sekitar,” ungkap Rosyadi.

Jalan yang berada di area tebing itu dinilai rawan dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat cuaca buruk dan hujan deras masih berpotensi terjadi.

Saat ini, proses penimbunan sementara dilakukan oleh pemilik usaha kuari di Desa Talang Ratau, yakni Alikan dan Rohyana, guna membantu akses kendaraan tetap bisa dilalui.

Namun hingga kini, salah satu warga Jaya menyebut belum ada tindakan perbaikan permanen dari Pemerintah Provinsi Bengkulu maupun Pemerintah Kabupaten Lebong terhadap kerusakan jalan tersebut.

“Kami masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan melakukan penanganan serius agar akses utama penghubung antarwilayah itu tidak semakin parah dan membahayakan pengguna jalan,” harapnya.(Rnr)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top