pasang iklan anda di situs rejangnews.com
KOLOM IKLAN/BANNER
Sidak DPRD Rejang Lebong, Rehab Puskesmas Sambirejo Rp 3,4 Miliar Tuai Catatan
Page 4

Sidak DPRD Rejang Lebong, Rehab Puskesmas Sambirejo Rp 3,4 Miliar Tuai Catatan

Rejangnews.com || Rejang Lebong – Proyek rehabilitasi Puskesmas Sambirejo di Kabupaten Rejang Lebong yang menelan anggaran Rp 3,4 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) menuai kritik.

DPRD Rejang Lebong menilai pelaksanaan pekerjaan tidak sepenuhnya sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) dan terkesan dikerjakan asal jadi. Temuan itu didapat setelah Komisi I DPRD Rejang Lebong melakukan inspeksi mendadak pada Senin (23/02/2026).

Padahal proyek ini juga sebelumnya masuk dalam sorotan setelah mendapat rapor merah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada November 2025, saat tim lembaga antirasuah itu melakukan inspeksi terhadap sejumlah proyek strategis di Rejang Lebong.

Pihak pelaksana proyek ini sendiri adalah CV Gegasan Jaya Utama, untuk Konsultan Perencana CV Raga Jaya Konsultan dan Konsultan Pengawas CV Tri Putera.

Ketua DPRD Rejang Lebong, Juliansyah Yayan, mengatakan memang masih terdapat tugas dan tanggung jawab pihak ketiga dalam penyelesaian proyek pembangunan Puskesmas ini.

Menurut dia, sejumlah kekurangan pekerjaan harus segera dibenahi dalam masa pemeliharaan proyek yang berlangsung antara tiga hingga enam bulan.

“Harapan kami, dalam masa pemeliharaan 3 sampai 6 bulan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbaiki kekurangan yang ada,” kata Yayan.

Ia menegaskan, DPRD hanya menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan proyek, bukan untuk mencari kesalahan.

Sementara itu, Kadis Dinkes Rejang Lebong drg Asep Setia Budiman yang ikut mendampingi sidak itu menyampaikan apresiasi atas langkah Komisi I DPRD Rejang Lebong yang turun langsung ke lapangan. Ia berharap hasil temuan dalam sidak tersebut segera ditindaklanjuti oleh pihak pelaksana, karena memang ada beberapa hal yang harus diperbaiki.

Ditambahkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Heri Wartono, mengakui terdapat sejumlah kendala selama proses pekerjaan, termasuk faktor cuaca yang menghambat penyelesaian proyek.

Ia menyebut pekerjaan sempat mendapat perpanjangan waktu selama tiga hari dengan tambahan anggaran Rp 10 juta lebih.

“Faktor cuaca memang menghambat pekerjaan di lapangan hingga ada perpanjangan. Namun saat ini pekerjaan telah rampung 100 persen dan masih dalam masa pemeliharaan,” kata Heri.

Menurut dia, masa pemeliharaan akan dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan atas sejumlah temuan di lapangan. (Ade)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top