Asep mengakui masih ada kebutuhan tenaga dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Ketiadaan layanan tersebut membuat sejumlah pasien harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Bengkulu maupun ke RS Jantung Harapan Kita di Jakarta.

“Spesialis jantung sangat dibutuhkan karena kasusnya cukup banyak. Selama ini pasien terpaksa dirujuk ke luar daerah,” ujarnya.
Untuk mengatasi kekurangan itu, manajemen berencana menjalin kerja sama dengan rumah sakit yang memiliki layanan spesialis jantung dan pembuluh darah.
Dengan berbagai persiapan tersebut, manajemen berharap mutu pelayanan tetap terjaga sekaligus mampu memenuhi standar reakreditasi mendatang. (Rnm)










