pasang iklan anda di situs rejangnews.com
KOLOM IKLAN/BANNER
Polres Rejang Lebong Gelar Apel Operasi Ketupat Nala 2026, Siaga Amankan Arus Mudik Lebaran
Page 3

Polres Rejang Lebong Gelar Apel Operasi Ketupat Nala 2026, Siaga Amankan Arus Mudik Lebaran

Rejangnews.com || Rejang Lebong – Polres Rejang Lebong menggelar apel pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Nala 2026 untuk pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah. Apel yang berlangsung di Lapangan Satya Haprabu Polres Rejang Lebong, Kamis pagi, 13 Maret 2026, menandai kesiapan aparat dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Lebaran di wilayah tersebut.

Apel dipimpin Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir selaku inspektur upacara. Kegiatan itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta sejumlah instansi yang terlibat dalam pengamanan Lebaran.

Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Sekretaris Daerah Rejang Lebong Iwan Sumantri mewakili bupati, Ketua DPRD Juliansyah Yayan, Kasdim 0409/Rejang Lebong Mayor Inf. Asri Wuri Hendra Dewa, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Rejang Lebong Muhammad Faisal Alfadil. Hadir pula Panitera Pengadilan Agama Curup Helni Ariyadi dan sejumlah pejabat instansi lainnya.

Selain itu, apel juga diikuti perwakilan dari Brimob, Subdenpom, para pejabat utama Polres Rejang Lebong, kapolsek jajaran, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah. Beberapa di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, BPBD, Satpol PP, hingga perwakilan Jasa Raharja dan Senkom Mitra Polri.

Disampaikan Kapolres, untuk pasukan yang terlibat dalam apel terdiri atas berbagai unsur, seperti personel Polres Rejang Lebong, prajurit Kodim 0409/Rejang Lebong, Batalyon Brimob A Pelopor, hingga satuan fungsi di lingkungan Polres, termasuk Sat Samapta, Satlantas, Satreskrim, Satintelkam, dan Satresnarkoba.

“Unsur pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan juga ikut ambil bagian, di antaranya Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, BPBD, Palang Merah Indonesia, serta anggota Saka Bhayangkara,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Kapolres membacakan amanat Kapolri yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana prasarana dalam mendukung Operasi Ketupat 2026.

Menurut amanat tersebut, Idul Fitri merupakan agenda nasional yang berdampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Karena itu, seluruh pihak diminta memastikan penyelenggaraan mudik dan perayaan Lebaran berlangsung aman dan tertib.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Jumlah ini sedikit menurun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.

Untuk mengantisipasi tingginya mobilitas tersebut, Polri bersama TNI dan instansi terkait menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan sekitar 161.243 personel gabungan.

Hasil rapat koordinasi lintas sektoral memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.

Secara nasional, Polri menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu. Pos-pos tersebut akan menjadi pusat pelayanan dan informasi bagi masyarakat selama masa mudik.

Pengamanan juga difokuskan pada lebih dari 185 ribu objek penting, seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.

Selain itu, sejumlah skema pengaturan juga disiapkan di jalur penyeberangan, seperti delaying system, buffer zone, serta sistem first come first in guna menjaga kelancaran arus transportasi.

Polri juga menaruh perhatian terhadap stabilitas harga bahan pokok dan ketersediaan bahan bakar selama periode Lebaran.

Dalam amanat tersebut, aparat diminta mewaspadai sejumlah potensi gangguan keamanan, seperti kejahatan konvensional, aksi premanisme, balap liar, hingga konflik antar kelompok masyarakat. Patroli di titik rawan pun akan ditingkatkan selama operasi berlangsung.

Selain pengamanan di lapangan, strategi komunikasi publik juga menjadi perhatian. Masyarakat diharapkan memperoleh informasi terkait layanan kepolisian, pesan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta rekayasa lalu lintas selama masa mudik.

Polri juga mengoptimalkan layanan Call Center 110 sebagai sarana pengaduan dan permintaan bantuan masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat.(RnR)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top