Bahkan, warga juga menyoroti tingginya harga pasir di wilayah Rejang Lebong yang disebut warga telah mencapai Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per truk, meski kualitasnya dinilai buruk.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD RL Rheki Ahmadi mengatakan seluruh masukan akan dibawa dalam pembahasan dengan eksekutif.
“Aspirasi warga akan kami teruskan dan perjuangkan untuk dimasukkan dalam anggaran 2026 atau 2027. Terima kasih kepada warga yang sudah menyampaikan kebutuhan mereka, meskipun saat ini kondisi anggaran sedang efisiensi,” ujar Rheki.
Reses ditutup dengan komitmen para dewan untuk mengawal berbagai usulan demi peningkatan layanan publik dan pembangunan di wilayah Dapil I. (Rnr)










