Ia meminta panitia dan dewan juri bekerja secara profesional, objektif, dan terbuka sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan teknis dari panitia pusat.
“Transparansi dapat diwujudkan dengan mengunggah seluruh karya peserta ke platform publik seperti YouTube sebelum hasil penilaian diumumkan,” ujar Afif.
Dengan cara itu, peserta, sekolah, maupun masyarakat dapat melihat langsung kualitas karya yang dilombakan dalam FLS3N SD Rejang Lebong.
Afif menilai langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa peserta terbaik benar-benar terpilih untuk mewakili Kabupaten Rejang Lebong ke tingkat Provinsi Bengkulu. “Ini juga agar tidak ada praktik titipan dalam proses seleksi,” tegasnya.
Meski demikian, Afif menyebut pihaknya tetap percaya panitia akan menjalankan tugas secara profesional. Namun, keterbukaan sejak awal dinilai penting untuk mencegah potensi polemik di kemudian hari.
Pelaksanaan FLS3N SD Rejang Lebong 2026 diharapkan berjalan lancar dan mampu melahirkan perwakilan terbaik yang membawa nama baik daerah di tingkat provinsi. (Rnr)










